Rabu, 08 Juli 2015

Catatan kecil mengenai Babakan Surabaya dan Kiaracondong



Babakan dalam bahasa Sunda bisa diartikan 'Kampung Baru'. Babakan Surabaya adalah nama tempat di daerah Kiaracondong. Lahirnya nama Babakan Surabaya tak lepas dari sejarah perkembangan militer di Kota Bandung. Ketika tahun 1898 pabrik mesiu di Ngawi dan Artillerie Constructie Winkel (ACW) alias pabrik senjara di Surabaya dipindahkan ke Kota Bandung. 
Nama Kiaracondong sendiri konon berasal didaerah tersebut ada sebuh pohon kiara yang sangat besar namun posisinya tidak tegak melainkan condong, namun tidak pernah roboh. Akhirnya orang orang menyebut daerah itu dengan daerah kiaracondong.
 
Untuk mendukung pusat militer ini, pada 1898, pabrik senjata/mesiu di Ngawi dan Surabaya semua dipindahkan ke Bandung. Kala itu, pemindahan instalasi militer dilakukan juga dengan pemindahan mesin-mesin/peralatan dan para pekerja. Maka, untuk penempatan pekerja dipilih daerah Kiaracondong. Pendirian permukiman baru itu kemudian dikenal dengan nama Babakan Surabaya. Sekarang lebih dikenal sebagai Pindad (di daerah Kiaracondong). Para pekerja di pabrik ini didatangkan langsung dari Surabaya. Oleh sebab itu, di kawasan Kiaracondong ini ada daerah Babakan Surabaya (Babakan = kampung).
 
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pekerja sekitar Kiaracondong, dibangunlah Pasar Kosambi. Kala itu  belum ada Pasar Cicadas dan Pasar Kiaracondong. Maka tak heran, di Kosambi kala itu bisa ditemukan para pedagang khas Jawa: rujak cingur, tiwul, pecel, hingga jamu-jamuan.  Sekitar 1919, ambtenaar orang Jawa yang agak terpandang sekitar 26 orang. 
 
Sumber & foto :
http://www.wisatabdg.com/2014/11/mengenal-sejarah-babakan-surabaya-dan.html
http://www.wisatabdg.com/2013/03/sejarah-cimahi-sebagai-pusat-militer.html


4 komentar:

  1. babakan surabaya sudah di klaim menjadi kelurahan babakan surabaya daerah batas antara antapani dan cicadas,yg kami tahu sebagai putra daerah ketrunan embah malim (yg dituakan) bahwa babakan surabaya itu seharusnya menjadi salah satu nama jalan (sekarang jalan desa ato jalan embah malim) yg kami pertanyakan siapa yg memberi nama menjadi kelurahan babakan surabaya?sedangkan penempatan nama ini merupakan kesalahan fatal,sejarah daerah bbk surabaya sudah diputarbalikan oleh seseorang yg tidak tau sejarah bbk surabaya,jadi siapa yg sudah berani merubah sejarah bbk surabaya????(hanya Allah yg tahu)

    BalasHapus
  2. babakan surabaya sudah di klaim menjadi kelurahan babakan surabaya daerah batas antara antapani dan cicadas,yg kami tahu sebagai putra daerah ketrunan embah malim (yg dituakan) bahwa babakan surabaya itu seharusnya menjadi salah satu nama jalan (sekarang jalan desa ato jalan embah malim) yg kami pertanyakan siapa yg memberi nama menjadi kelurahan babakan surabaya?sedangkan penempatan nama ini merupakan kesalahan fatal,sejarah daerah bbk surabaya sudah diputarbalikan oleh seseorang yg tidak tau sejarah bbk surabaya,jadi siapa yg sudah berani merubah sejarah bbk surabaya????(hanya Allah yg tahu)

    BalasHapus
  3. untuk sumber data sudah saya cantumkan di atas, agar sejarah lebih lurus lagi mangga silahkan kang arif agung berikan penjelasan agar sejarahnya bisa lebih jelas lagi. agar menjadi pelajaran bagi semua dan menjelaskan sejarah yang benar. mengingat bahwa sejarah yang tertulis sangat sedikit sekali. hatur nuhun

    BalasHapus
  4. menurut saya sejarah versi kang ichan sangat logis walaupun tidak ada catatan kuno yang pernah saya baca tentang babakan
    surabaya,gimana dengan babakan sumedang?kang ichan.soalnya orang-orang sumedang tetangga saya exodus ke sana sekitar tahun 86,nhn pisan infona,Jay

    BalasHapus